Selat Hormuz: Pengaruh Kekaisaran Sasaniyah dan Penguasaan Shapur II
Dunia kembali dihadapkan dengan ancaman “kiamat minyak” setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (1/3/2026) waktu setempat. Situasi ini berpotensi mengganggu pasokan energi global karena Iran memiliki kendali strategis atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi minyak penting di dunia.
Selat Hormuz bukanlah jalur biasa. Meskipun lebarnya hanya sekitar 33 kilometer, perannya sangat vital sebagai penghubung antara Teluk Persia yang kaya minyak dengan pasar global. Setiap hari, jutaan barel minyak melintasi perairan ini. Oleh karena itu, gangguan kecil pun dapat memicu gejolak harga energi dunia.
Wilayah Selat Hormuz saat ini berada dalam pengaruh Iran di bagian utara, sementara sisi selatan berbatasan dengan Oman dan Uni Emirat Arab. Penutupan jalur ini akan memiliki dampak yang luas, tidak hanya bagi produsen minyak tetapi juga konsumen energi di seluruh dunia.
Sebelum menjadi pusat perhatian geopolitik modern, Selat Hormuz pernah dikuasai oleh raja legendaris Shapur II dari Kekaisaran Sasaniyah, yang sekarang menjadi bagian Iran modern. Shapur II naik takhta pada tahun 309 M dan dikenal sebagai salah satu raja termuda dalam sejarah. Di bawah kepemimpinannya, Kekaisaran Sasaniyah berkembang menjadi kekuatan besar di kawasan Arab dan Asia Barat.
Salah satu hal penting yang dilakukan Shapur II adalah memperluas wilayah kekuasaan, termasuk hingga Mesopotamia, Armenia, dan pesisir Teluk Persia melalui strategi militer dan diplomasi yang matang. Selain itu, ekspansi wilayahnya berdampak pada kekuatan ekonomi kekaisaran. Shapur II juga memegang kendali atas pelabuhan strategis dan menerapkan sistem perpajakan atas komoditas ekspor-impor.
Dengan kekuatan ekonomi yang luas dan keberhasilannya dalam penguasaan wilayah kunci, Shapur II dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dan terkaya di dunia Arab kuno. Setelah memerintah selama sekitar 70 tahun, Shapur II wafat pada tahun 379 M, menjadikannya salah satu raja dengan masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah Timur Tengah.
Kekaisaran Sasaniyah runtuh pada tahun 651 M dan digantikan oleh kekuatan Islam yang membentuk fondasi sejarah Iran modern. Selat Hormuz tetap menjadi jalur strategis yang menghadapi tantangan kontemporer saat ini.





