Penguatan Industri Baja Indonesia di Tengah Kekhawatiran Selat Hormuz

by -137 Views

Gejolak geopolitik di kawasan Teluk, terutama gangguan di Selat Hormuz, telah menciptakan momentum yang penting untuk memperkuat ketahanan dan daya saing industri baja nasional. Gangguan ini telah menyebabkan disrupsi dalam jalur logistik global yang pada gilirannya meningkatkan biaya energi dan distribusi serta mengubah arus perdagangan baja global.

Dalam menghadapi kondisi ini, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi melalui diversifikasi sumber pasokan, peningkatan efisiensi, dan perkuatan rantai pasok yang lebih adaptif. Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat fondasi industri baja nasional.

Dr. Akbar Djohan juga mencatat bahwa dukungan kebijakan yang responsif dan pengawasan perdagangan yang kuat sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan yang lancar dan perlindungan pasar domestik. Pengamat Industri Baja dan Pertambangan dari Steel & Mining Insights, Widodo Setiadharmaji, juga menyoroti tekanan ganda yang dihadapi industri baja nasional saat ini.

Selain risiko gangguan pasokan bahan baku, industri juga harus menghadapi potensi masuknya produk baja impor dengan harga kompetitif yang dapat menekan harga dan pangsa pasar produsen dalam negeri. Dengan kondisi yang tidak menentu ini, langkah-langkah strategis dan kebijakan yang tepat sangat penting untuk menjaga keberlangsungan industri baja nasional di tengah gejolak global.

Source link