Perjalanan ke Moskow: Presiden RI, Pahlawan Bangsa

by -160 Views

Presiden Indonesia sering melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia, yang dulunya dikenal sebagai Uni Soviet, sebagai bagian dari hubungan diplomatik antara kedua negara. Pada kunjungan Soekarno ke Uni Soviet pada 5 Juni 1961, pemimpin Rusia, Leonid Brezhnev, dan PM Nikita Khrushchev memberikan sambutan luar biasa. Penyambutan ini diliput di harian Merdeka dan ditandai dengan 21 tembakan meriam serta lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Brezhnev dalam upacara kenegaraan menyebut Soekarno sebagai pahlawan bangsa dan pejuang perdamaian dunia, mengakui peran besar Soekarno dalam menjalankan negara dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ribuan warga Soviet menyambut kedatangan Soekarno di jalanan Moskow dengan teriakan “Merdeka!” sebagai bentuk dukungan dan kekaguman kepada presiden RI.

Selain itu, hubungan Soekarno dengan Soviet adalah bentuk kemitraan strategis dalam mewujudkan ambisi besar Indonesia dalam pembangunan nasional dan posisi di dunia internasional. Sebagai simbol anti-kolonialisme dan pemimpin negara berkembang, Soekarno dikenal di dunia internasional, terutama setelah menggelar Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang menentang neokolonialisme Barat.

Meskipun mendapat popularitas dan dukungan dari Uni Soviet, kedekatan Soekarno dengan Blok Timur membuat Amerika Serikat merasa tidak nyaman. Washington merespon kunjungan Soekarno ke Beijing dan Moskow sebagai langkah yang salah, menunjukkan kompleksitas hubungan diplomasi Indonesia di panggung global pada periode tersebut. Momen penyambutan megah di Moskow pada tahun 1961 menjadi bukti kekuatan diplomasi global Presiden RI saat itu, mengukuhkan posisinya sebagai pahlawan perdamaian dunia dan pemimpin cemerlang yang diakui oleh negara-negara komunis, terutama Uni Soviet.

Source link