Pendaki Ilegal di Semeru Ditemukan Tim SAR setelah 4 Hari Terjebak

by -117 Views

Tim SAR Gabungan terus berupaya mengevakuasi seorang pendaki bernama Cakra (18) yang terjatuh ke jurang sedalam sekitar 375 meter di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur. Hingga Jumat (5/6), proses penyelamatan masih berlangsung setelah korban bertahan selama empat hari di medan ekstrem dengan kondisi mengalami cedera pada kaki kanan.

Pendakian Ilegal di Gunung Semeru

Peristiwa ini bermula saat Cakra mendaki Gunung Semeru melalui jalur ilegal di kawasan Candi Jawar Purbakala, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, pada Sabtu (30/5). Pendakian tersebut dilakukan meski jalur resmi menuju puncak Semeru masih ditutup akibat aktivitas vulkanologi yang meningkat.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa jalur yang digunakan korban bukan jalur resmi yang dikelola pihak taman nasional. Pendakian ilegal tersebut melanggar aturan yang berlaku.

Proses Evakuasi Sulit

Korban dilaporkan terperosok ke jurang pada Senin (1/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum komunikasi terputus, Cakra sempat mengirimkan titik koordinat terakhir kepada orang tuanya dan meminta pertolongan. Tim SAR akhirnya menemukan posisinya setelah pencarian intensif.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyebutkan bahwa korban ditemukan dalam keadaan sadar namun mengalami cedera serius pada kaki kanan. Proses evakuasi menghadapi tantangan besar karena medan yang curam, terjal, dan minim titik pengaman untuk pemasangan peralatan penyelamatan.

Metode Evakuasi dan Prioritas Keselamatan

Tim menerapkan metode slope rescue dalam evakuasi korban. Metode ini melibatkan penggunaan tandu khusus dan sistem tali pengaman untuk menarik korban secara bertahap dari jurang yang dalam. Keselamatan korban dan tim penyelamat menjadi prioritas utama selama operasi penyelamatan ini berlangsung.

Tim SAR memperkirakan proses evakuasi baru dapat selesai pada Jumat malam, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca di Gunung Semeru serta keamanan seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

Source link