Effects of Lewis Hamilton’s Belgian GP practice crash on Ferrari performance

by -117 Views

Masalah Lewis Hamilton setelah Insiden Tabrakan di Latihan Bebas GP Belgia

Setelah menghancurkan mobilnya dalam sesi latihan bebas ketiga hari Sabtu di Fagnes, Lewis Hamilton kemudian berhasil lolos ke sesi kualifikasi dengan selisih waktu hanya 0,002 detik lebih lambat dari rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc. Namun, sebagi sang juara dunia tujuh kali di ajang Formula 1, Hamilton melihat hasil kualifikasi tersebut bukan sebagai pencapaian sukses dalam meminimalkan kerusakan.

Hamilton Merasa Ada Kesempatan Terlewatkan

Pada kualifikasi GP Belgia di Spa-Francorchamps, Leclerc dan Hamilton berhasil lolos dengan posisi kelima dan keenam. Hasil ini bisa dibilang wajar untuk Scuderia di lintasan Ardennes yang diharapkan memiliki defisit unit tenaga terhadap Mercedes yang terlalu besar untuk diatasi.

Di mata Hamilton sendiri, meskipun timnya telah berhasil memperbaiki mobilnya antara sesi latihan bebas dan kualifikasi, sang juara merasa adanya kesempatan terlewatkan untuk mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Reparasi yang dilakukan membuat mobilnya terasa tidak seimbang di bagian belakang.

Meskipun spesifikasi mobil Hamilton tidak berubah, namun karena tim bekerja di bawah tekanan waktu untuk mempersiapkan mobilnya sebelum kualifikasi dimulai, Hamilton mencatat adanya perubahan set-up yang halus yang membuat mobilnya tidak seimbang dan mengorbankan satu atau dua persepuluh detik per lap.

“Saya pikir ada yang berbeda pada suspensi belakang, sehingga keseimbangan tidak sama dengan yang saya rasakan di FP3, ketika mobil terasa sangat bagus,” jelas Hamilton.

Peluang untuk Podium

Meski mengalami berbagai kendala, Hamilton tetap optimistis dengan peluangnya untuk bersaing merebut podium. Di FP3, mobilnya terasa sangat baik dan Hamilton berharap set-up mobilnya masih sesuai untuk balapan.

Ditanya mengenai selisih waktunya yang cukup signifikan dengan pole position yang diraih Kimi Antonelli, Hamilton mengaku belum bisa memastikan apakah hal tersebut disebabkan oleh defisit unit tenaga. Namun, dengan perasaan “hebat” yang dirasakan Hamilton pada akhir pekan ini, dia tetap optimis dengan peluangnya di balapan selanjutnya.

Sumber: Klik di sini

Source link