Rahasia Seorang Guru Spiritual di Balik Kekuasaan Presiden Soeharto
Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah fakta menarik terkuak di balik masa kekuasaan Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto. Sosok yang jarang dikenal oleh publik ini adalah seorang guru spiritual bernama Rama Diyat atau Raden Panji Soediyat Prawirokoesoemo. Kedekatannya dengan orang nomor satu di Indonesia membuat rumahnya selalu dijaga oleh kendaraan militer.
Sosok Misterius di Jalan Sriwijaya
Hakim Agung Adi Andojo Soetjipto, dalam memoarnya berjudul “Menyongsong dan Tunaikan Tugas Negara Sampai Akhir, Sebuah Memoar” (2007), mengungkapkan bahwa Rama Diyat adalah tetangganya pada tahun 1970-an. Adi sering melihat kendaraan militer berjaga di rumah Rama Diyat di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan. Mungkin kendaraan tersebut adalah bagian dari pengawalannya.
Peran Rama Diyat
Menurut catatan Ahmad Moestahal dan sejarawan M.C. Ricklefs, Rama Diyat merupakan asisten pribadi Soeharto dengan pangkat Brigadir Jenderal Kehormatan. Di samping itu, dia juga adalah guru spiritual Soeharto yang sering memimpin ritual di Gunung Selok. Hubungan keduanya terjalin jauh sebelum Soeharto menjadi presiden, dimulai sejak Soeharto berkarier di militer.
Pada masa-masa sulit karier militernya terutama pada pertengahan 1965, Rama Diyat memberikan nasehat penting kepada Soeharto. Saat Soeharto ingin mundur dari dinas militer, nasehat dari Rama Diyat melalui Soedjono Hoemardani mengubah arah hidup Soeharto. Ramalan bahwa Soeharto akan menjadi seorang yang besar memotivasi Soeharto untuk tetap berjuang.
Sejak saat itu, Soeharto meniti karier politiknya, dan pada akhirnya berhasil menjadi Presiden kedua Republik Indonesia. Meskipun tidak banyak yang terekam secara resmi mengenai nasihat-nasihat Rama Diyat kepada Soeharto selama memimpin Indonesia, salah satu pesan Rama Diyat telah membawa Soeharto menjadi figur yang mengubah sejarah bangsa.





