Mohammad Natsir: Tokoh dengan Prinsip Hidup Sederhana
Naskah ini membahas keputusan menarik yang diambil oleh Mohammad Natsir terkait hadiah mobil mewah dari Raja Arab Saudi.
Penolakan Hadiah dan Permintaan Bijak
Pada tahun 1980, Mohammad Natsir menerima Penghargaan Internasional Malik Faisal dari Raja Arab Saudi atas kontribusinya bagi dunia Islam. Sebagai bentuk penghormatan, Raja Arab Saudi ingin memberikan hadiah berupa mobil mewah kepada Natsir. Namun, dengan bijak, Natsir menolak hadiah tersebut dan meminta agar bantuannya dialihkan untuk membantu mahasiswa Indonesia melanjutkan studi di Arab Saudi.
Kehidupan Sederhana dan Prinsip Hidup
Natsir telah lama dikenal sebagai tokoh yang menjalani kehidupan sederhana, meskipun pernah menjabat di pemerintahan. Bahkan ketika menjadi pejabat, penampilannya tidak mencerminkan kesan elit. Beliau tinggal di rumah kontrakan kecil, tidak memiliki mobil pribadi, dan jarang terlihat mewah.
Kehidupan sederhana ini berlanjut bahkan setelah Natsir terlibat dalam gerakan PRRI yang membuatnya ditahan oleh pemerintahan Soekarno. Keluarganya hidup berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Bahkan setelah dibebaskan, Natsir harus meminjam dana untuk membeli rumah sendiri.
Prinsip hidupnya yang sederhana tercermin dalam kata-kata bijaknya: “Cukupkan yang ada, jangan cari yang tiada, pandai-pandailah mensyukuri nikmat.” Prinsip inilah yang membuatnya menolak hadiah mobil mewah dan lebih memilih membantu pendidikan mahasiswa Indonesia.





