Pemimpin di RI Dikucilkan tapi Dihormati di Negara Lain

by -138 Views

Muhammad Natsir: Dua Sisi Pengakuan Internasional

Naskah ini merupakan bagian dari program CNBC Insight yang mengulas sejarah dan relevansinya dengan zaman sekarang.

Perjalanan Natsir: Dari Penjara ke Pengakuan Internasional

Mohammad Natsir merupakan salah satu tokoh Indonesia yang pernah mengalami masa sulit di dalam negeri akibat keterlibatannya dalam gerakan PRRI. Meskipun begitu, di luar negeri, Natsir justru mendapat pengakuan dan kepercayaan yang tinggi.

Setelah menjadi tahanan politik selama beberapa tahun, Natsir akhirnya dibebaskan pada 1966. Namun, di Indonesia, statusnya sebagai pengkritik pemerintah membuatnya terus dijauhi dan dianggap sebagai pembangkang.

Pemikiran dan Kiprah Internasional Natsir

Pengakuan terhadap Natsir tidak hanya datang dari Indonesia, tetapi juga dari dunia internasional. Sebagai intelektual dan pemikir Islam, Natsir dikenal dengan pandangannya yang menjunjung tinggi akal sehat dalam menjalankan ajaran Islam.

Kiprahnya dalam membangun bangsa melalui pemerintahan juga membuatnya diakui di berbagai organisasi Muslim dunia. Sejak 1967, Natsir memegang posisi penting dalam Kongres Muslim Dunia di Karachi, Pakistan, hingga akhir hayatnya pada 1993.

Penghargaan Internasional

Pengaruh Natsir tidak hanya terasa di kalangan Muslim, tetapi juga di negara-negara Barat dan Asia. Berbagai penghargaan, seperti Jaizatul Malik Faisal al-Alamiya dari Raja Arab Saudi Faisal, menjadi bukti pengakuan terhadap kontribusinya.

Dengan rangkaian posisi penting dan penghargaan yang diterimanya, Muhammad Natsir menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak hanya terbatas di Indonesia. Meskipun terpinggirkan dari dunia politik dalam negeri, ia tetap dihormati dan diakui di tingkat internasional, terutama di dunia Muslim.

Keberhasilan Natsir mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia pada tahun 2008 menandai rehabilitasi atas nama dan kontribusinya yang luar biasa.

Source link