Serbuan Warga ke Rumah Orang Terkaya di Sumatra: Ini Ceritanya

by -61 Views

Gaya Hidup Mewah Keluarga Orang Terkaya di RI Berakhir Tragis

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Istana Kesultanan Langkat Diserang dalam Revolusi Sosial

Pada tahun 1946, rumah Sultan Mahmud dari Kesultanan Langkat, salah satu kesultanan terkaya di Indonesia, digempur oleh warga dan harta benda keluarganya dirampok dalam Revolusi Sosial Sumatra Timur. Istana Darussalam, kediaman Sultan Mahmud (1927-1946), menjadi target massa yang mengakibatkan bangunan tersebut hancur, sementara beberapa anggota bangsawan ditangkap dan disiksa.

Kekayaan keluarga Sultan Mahmud tidak didapatkan dengan mudah. Kesultanan Langkat memiliki sumber kekayaan melimpah, terutama setelah penemuan minyak bumi di Pangkalan Brandan, pada masa Sultan Musa (1840-1893) kakek Mahmud.

Kemewahan Keluarga Kesultanan Langkat dan Sumber Kekayaannya

Menurut buku Sejarah Pertumbuhan Pemerintahan Kesultanan Langkat, Deli, dan Serdang (1986), Kesultanan Langkat semakin makmur setelah kerjasama dengan Royal Dutch Petroleum dalam eksploitasi minyak bumi di Pangkalan Brandan. Sultan Langkat menerima royalti sekitar US$3.000 per tahun, dan sumber kekayaan juga berasal dari perkebunan tembakau dan hasil hutan kayu.

Pada masa pemerintahan Sultan Aziz (1897-1927), Langkat mengalami kemajuan pesat dengan pembangunan istana megah dan investasi kapal tanker. Gaya hidup keluarga kesultanan mulai mengadopsi kebiasaan orang Belanda mulai dari pakaian hingga makanan. Hal ini semakin berlanjut pada masa Sultan Mahmud yang diketahui memiliki 13 mobil limosin dan dua kapal pesiar.

Akhir Kehidupan Mewah Kesultanan Langkat

Kemewahan keluarga kesultanan menimbulkan kesenjangan sosial yang merugikan rakyat jelata. Keadaan ini menciptakan ketegangan sosial yang akhirnya meledak saat Revolusi Sosial 1946 terjadi. Istana yang sebelumnya melambangkan kejayaan dijarah habis, dan Sultan Mahmud sendiri meninggal dunia pada tahun 1948. Kesultanan Langkat, yang dulu merupakan yang terkaya, mengalami kemunduran pesat setelah peristiwa tragis tersebut.

Source link