Dianggap Tewas, Pria Ini Ditemukan Hidup 61 Tahun Kemudian

by -89 Views

Nama Ishinosuke Uwano telah tercatat sebagai korban tewas perang di Jepang ketika kabar tak terduga muncul dari Ukraina. Mantan tentara Jepang yang menghilang selepas Perang Dunia II itu ternyata masih hidup, telah berkeluarga, dan menetap di sebuah kota kecil di sebelah barat Kiev.

Uwano bertugas di Pulau Sakhalin, Rusia, pada masa Perang Dunia II. The Guardian melaporkan, hubungannya dengan keluarga di Jepang terputus setelah perang berakhir dan ia tidak pernah kembali ke negara asalnya.

Keluarga kemudian menerima informasi bahwa Uwano diduga gugur saat bertugas di Sakhalin. Pulau tersebut termasuk wilayah yang direbut pasukan Uni Soviet dari Jepang menjelang berakhirnya Perang Pasifik.

Jejaknya hilang setelah 1958

Uwano sebenarnya masih pernah terlihat di Sakhalin pada 1958. Namun, setelah perjumpaan itu, tidak ada lagi kabar mengenai keberadaannya. Ia juga tidak menghubungi keluarganya yang tinggal di wilayah timur laut Tokyo.

Tanpa informasi lanjutan selama puluhan tahun, keluarga meyakini Uwano telah meninggal dunia. Pemerintah Jepang kemudian secara resmi memasukkan namanya ke dalam daftar korban tewas perang pada 2000.

Pada kenyataannya, Uwano telah meninggalkan Sakhalin dan pindah ke Ukraina. Di negara itu, ia menikahi seorang perempuan setempat dan memiliki tiga anak. Ia juga memperoleh kewarganegaraan Ukraina serta menjalani kehidupan baru jauh dari keluarganya di Jepang.

Menurut BBC International, keberadaan Uwano mulai diketahui setelah ia meminta bantuan seorang teman untuk mencari kerabatnya. Informasi tentang pencarian tersebut akhirnya diterima pemerintah Jepang, yang memiliki program pelacakan veteran hilang di luar negeri.

Identitas dipastikan di Kiev

Pejabat Jepang mendatangi Kiev pada 2005 untuk menemui Uwano secara langsung. Mereka melakukan wawancara dan pemeriksaan sebelum memastikan bahwa pria berusia 83 tahun itu benar-benar Ishinosuke Uwano, tentara yang selama bertahun-tahun dianggap telah meninggal.

Konfirmasi tersebut membuka jalan bagi kepulangannya ke Jepang. Pada April 2006, setahun setelah identitasnya dipastikan, Uwano tiba di Bandara Narita bersama putranya. Kunjungan itu dijadwalkan berlangsung selama 10 hari.

Kepada para wartawan yang menunggu kedatangannya, Uwano menyatakan kegembiraannya karena dapat kembali ke negara yang telah ditinggalkan selama puluhan tahun. Ia mengaku sekitar enam dekade tidak menggunakan bahasa Jepang.

“Saya tidak berbicara bahasa Jepang selama 60 tahun, dan pertama-tama saya ingin mengucapkan ‘konnichiwa’ [halo],” katanya, seperti dikutip BBC.

Uwano juga menjelaskan mengapa keluarganya tidak pernah menerima kabar darinya. Menurut pengakuannya, pemerintah Uni Soviet pernah melarangnya menghubungi keluarga di Jepang setelah ia pindah ke Ukraina.

Dalam kunjungan tersebut, Uwano menantikan pertemuan kembali dengan saudara laki-laki dan sepupunya. Kepulangannya terjadi setelah lebih dari enam dekade terpisah dari Jepang dan enam tahun setelah namanya dimasukkan pemerintah ke dalam daftar korban tewas perang.

Source link