Kemenangan perdana Pedro Acosta di kelas MotoGP mengubah peta persaingan gelar 2026. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu kini dinilai telah menjadi penantang serius, setelah tampil dominan pada Grand Prix Austria akhir pekan lalu.
Memulai balapan dari posisi ketiga, Acosta merebut kemenangan pertamanya di kelas premier sekaligus menjadi pembalap pertama yang mengalahkan Aprilia dan Ducati dalam balapan utama sepanjang musim ini. Hasil tersebut mengangkat pembalap berusia 22 tahun itu ke posisi keempat klasemen sementara.
Acosta masih terpaut 72 poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martin, dengan tujuh balapan tersisa. Namun, performanya di Austria memperlihatkan bahwa KTM tidak lagi tertinggal dalam hal tenaga mesin, faktor yang sebelumnya membatasi peluang mereka bersaing di barisan depan.
Marquez: Empat pembalap siap berebut gelar
Marc Marquez menilai kemenangan Acosta membuat persaingan gelar tidak lagi hanya menjadi pertarungan tiga pembalap. Setelah jeda musim panas, Martin, Marquez, dan Marco Bezzecchi sempat mulai menjauh dari pembalap lain. Kini, Acosta dianggap telah bergabung dalam kelompok tersebut.
“Empat pembalap teratas siap bertarung untuk kejuaraan,” kata Marquez. “Sejak KTM membuka mesin setelah Silverstone dan kembali memiliki tenaga yang baik, mereka sudah berada di sini dan siap bertarung untuk kejuaraan.”
Marquez juga memperkirakan Acosta berpeluang meraih kemenangan beruntun pada Grand Prix Jepang bulan depan. Sirkuit Motegi memiliki catatan yang mendukung keyakinan tersebut. Acosta tampil cepat dalam dua kunjungan sebelumnya di kelas MotoGP, bahkan merebut pole position pada musim rookie-nya.
Namun, peluangnya saat itu berakhir setelah mengalami kecelakaan. Acosta terjatuh ketika memimpin sprint race, lalu kembali gagal finis dalam balapan utama saat bertarung untuk posisi kedua dan kemenangan. Pada musim berikutnya, ia juga disebut tampil sangat cepat di Motegi.
“Setelah grand prix ini, Pedro kembali menjadi favorit di Motegi,” ujar Marquez. “Setiap tahun, dia sangat cepat di sana. Bahkan pada tahun pertamanya, dia sudah sangat cepat. Dia terjatuh saat memimpin sprint race, lalu pada balapan utama terjatuh ketika bertarung untuk posisi kedua dan kemenangan. Tahun lalu juga dia sangat cepat.”
Marquez memperkirakan persaingan di tujuh balapan terakhir akan berlangsung ketat di antara empat pembalap teratas.
Martin menunggu konsistensi Acosta
Martin, yang membela Aprilia dan masih memimpin klasemen, juga mengakui Acosta berpotensi menjadi rival langsung dalam perebutan gelar. Namun, ia menilai pembalap KTM tersebut perlu menjaga performa saat rangkaian balapan Asia berlangsung.
“Jika Pedro terus menang seperti akhir pekan ini dengan dominasi tersebut, saya pikir dia juga berada dalam persaingan,” kata Martin. Ia menyebut tur Asia akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah kompetisi musim ini.
Martin menegaskan dirinya akan berusaha mempertahankan kecepatan yang dimiliki di Austria. Ia mengakui ada sejumlah balapan ketika Aprilia kesulitan dan tertinggal, tetapi tetap merasa kuat untuk menghadapi sisa musim.





