Bajak Boeing, Pria Terjun Payung Bawa Tebusan Rp3,5 Miliar

by -75 Views

Identitas pria yang membajak sebuah Boeing 727 di Amerika Serikat pada 24 November 1971 masih menjadi misteri lebih dari lima dekade kemudian. Ia memperkenalkan diri dengan nama Dan Cooper, meminta uang tebusan US$200.000 atau sekitar Rp3,5 miliar, lalu menghilang setelah terjun dari pesawat pada malam hari.

Pembajakan dimulai dari Portland

Cooper menaiki penerbangan Northwest Orient yang melayani rute Portland-Seattle. Ia duduk di bagian belakang pesawat dan, pada awalnya, tidak menimbulkan kecurigaan. Setelah pesawat lepas landas, ia menyerahkan sebuah catatan kepada seorang pramugari.

Mengutip laporan FBI, dalam catatan itu Cooper mengaku membawa bom. Ia menuntut uang tunai US$200.000, empat parasut, serta sebuah truk yang harus tersedia ketika pesawat mendarat di Seattle. Untuk meyakinkan awak pesawat, Cooper membuka kopernya dan memperlihatkan benda yang diklaim sebagai bom.

Awak pesawat kemudian menyampaikan tuntutan tersebut kepada pihak berwenang. Uang dan parasut disiapkan, sementara pesawat melanjutkan perjalanan menuju Seattle. Setelah mendarat, Cooper menerima barang-barang yang dimintanya dan membebaskan seluruh penumpang.

Namun, pembajakan belum berakhir. Ia masih menahan beberapa awak pesawat dan memerintahkan Boeing 727 itu kembali mengudara menuju Reno, Nevada.

Terjun di tengah penerbangan malam

Sekitar pukul 19.40 waktu setempat, pesawat kembali lepas landas. Di tengah penerbangan, Cooper membuka pintu belakang Boeing 727 dan terjun menggunakan salah satu parasut sambil membawa uang tebusan.

Menurut laporan History, aksi itu dilakukan pada malam hari ketika pesawat berada di atas wilayah yang dipenuhi hutan. Awak pesawat tidak mengetahui secara pasti lokasi Cooper mendarat. Boeing 727 kemudian meneruskan penerbangan hingga tiba di Reno, tetapi Cooper sudah tidak berada di dalamnya.

Polisi dan penyelidik segera melakukan pencarian di wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi pendaratan. Medan hutan dan kondisi malam menyulitkan upaya tersebut. Cooper tidak ditemukan, begitu pula hampir seluruh uang tebusan yang dibawanya.

Petunjuk terakhir dan penyelidikan yang dihentikan

FBI menelusuri nomor seri pada uang yang diberikan kepada Cooper. Uang tersebut tidak terdeteksi di bank, kasino, maupun toko. Karena Dan Cooper merupakan nama samaran, penyelidik juga tidak memiliki kepastian mengenai identitas asli pelaku.

Satu-satunya petunjuk penting muncul pada 1980. Di kawasan hutan yang diduga menjadi lokasi Cooper terjun, ditemukan uang senilai ribuan dolar dengan nomor seri yang sesuai dengan uang tebusan.

Temuan itu memunculkan dua kemungkinan: Cooper meninggal saat melakukan aksi terjun atau berhasil mendarat dan melarikan diri. FBI menyelidiki kasus tersebut selama lebih dari empat dekade, memeriksa ribuan petunjuk dan berbagai tersangka. Namun, tidak ada satu pun yang dapat dipastikan sebagai Cooper.

Pada 2016, FBI resmi mengakhiri penyelidikan aktif atas kasus pembajakan tersebut. Hingga kini, nasib Dan Cooper dan keberadaan sebagian besar uang tebusan tetap tidak diketahui.

Source link