Pengusaha China Tipu Dunia, Bikin Manusia Ketar-ketir

by -77 Views

Ketika dibeli pada 1998, kapal induk Varyag tampak seperti aset raksasa yang hendak diubah menjadi kasino terapung di Makau. Namun, kapal bekas Uni Soviet itu justru menjalani perjalanan berbeda: dibawa ke China, direkonstruksi selama bertahun-tahun, lalu dioperasikan sebagai Liaoning, kapal induk pertama milik negara tersebut.

Dari kapal terbengkalai menjadi aset strategis

Varyag merupakan kapal induk kelas berat yang dirancang untuk membawa ratusan awak dan puluhan pesawat. Kapal itu juga dilengkapi persenjataan rudal. Pengembangannya terhenti setelah Uni Soviet bubar pada 1991, meninggalkan kapal dalam kondisi belum selesai.

Pengusaha China Xu Zengping kemudian membeli Varyag dengan harga sekitar US$20 juta, atau setara Rp300 miliar jika dihitung dengan nilai saat ini. Kepada publik, Xu menyatakan kapal tersebut akan disulap menjadi kasino terapung di Makau. Penjelasan itu membuat transaksi pembelian kapal perang bekas tersebut terlihat seperti rencana bisnis biasa.

Kenyataannya mulai berubah setelah Varyag dibawa dari Ukraina dan tiba di Dalian, China, pada 2002. Kapal itu tidak dikembangkan menjadi hotel maupun kasino. China memanfaatkannya untuk mempelajari sistem kapal induk, sekaligus menjadi dasar bagi upaya menyelesaikan dan merekonstruksi kapal yang sebelumnya terbengkalai.

Militer dan ilmuwan China menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengerjakan kapal tersebut. Proses itu berlangsung tanpa diketahui publik secara luas. Dalam wawancara dengan South China Morning Post, Xu belakangan mengungkapkan bahwa dirinya mendapat tugas membeli Varyag dari pihak yang berkaitan dengan Angkatan Laut China.

Liaoning dan awal era kapal induk China

Sepuluh tahun setelah tiba di Dalian, kapal yang sebelumnya bernama Varyag itu resmi masuk dinas Angkatan Laut China. Pada 2012, kapal tersebut mulai dioperasikan dengan nama Liaoning dan tercatat sebagai kapal induk pertama China.

Bagi Beijing, Liaoning bukan sekadar kapal perang hasil rekonstruksi. Menurut paparan analis China Power, kapal itu menjadi simbol kekuatan global China dan langkah penting pertama menuju pembangunan angkatan laut yang lebih kuat serta lebih tegas.

Kapal induk memberi kemampuan untuk mengerahkan kekuatan udara dan laut jauh dari wilayah daratan. Karena itu, keberadaan Liaoning memiliki arti strategis dalam persaingan kekuatan di kawasan dan menarik perhatian sejumlah militer.

Varyag pada akhirnya tidak pernah menjadi kasino terapung seperti yang disampaikan kepada publik. Kapal bekas Uni Soviet itu justru menjadi pintu masuk China ke era kapal induk, sekaligus menandai dimulainya perjalanan negara tersebut sebagai pemilik dan pengoperasi kapal induk.

Source link