Kapal Indonesia Tenggelam Misterius, CIA Turun Tangan

by -78 Views

Pesan darurat dari kapal dagang Ourang Medan terdengar seperti rekaman dari tengah bencana. Suara di radio meminta dokter segera dikirim, lalu menyebut sejumlah perwira telah tewas dan kemungkinan seluruh awak kapal meninggal. Ketika kapal penolong tiba sekitar 16 jam kemudian, semua awak memang ditemukan tak bernyawa—tanpa luka yang terlihat. Sebelum penyelidikan lebih jauh dilakukan, kapal itu terbakar, meledak, dan tenggelam.

Sinyal terakhir dari tengah laut

Peristiwa tersebut bermula ketika sejumlah kapal menerima panggilan darurat dari Ourang Medan. Dalam komunikasi yang dikutip Daily Mirror edisi 22 November 1940, terdengar suara yang mengatakan, “S.O.S dari kapal Ourang Medan. Segera kirim dokter.”

Kapten salah satu kapal yang menerima pesan itu kemudian membalas melalui gelombang pendek untuk menanyakan posisi Ourang Medan. Setelah tiga kali pengiriman, jawaban datang dalam suara yang terputus-putus. “S.O.S dari Ourang Medan 20° Lintang Barat dan 179° Bujur Timur….Kami terombang-ambing…wakil kapten tewas di anjungan…. kapten dan kepala mesin tewas di ruang peta… kemungkinan seluruh awak meninggal dunia…sebagian awak……,” demikian isi pesan yang dikutip Leekster Courant pada 24 Januari 1948.

Komunikasi belum sepenuhnya berhenti. Kapten masih menangkap rangkaian sandi telegraf, menandakan seseorang masih menekan tombol. Namun, pesan itu berakhir setelah suara di radio berkata, “Aku mati.. aku mati..,” menurut laporan tersebut.

Kapten kemudian mengubah haluan menuju koordinat yang diterima. Setelah menempuh perjalanan sekitar 16 jam, kapal itu menemukan Ourang Medan terombang-ambing di laut dalam kondisi sedikit miring ke kanan. Kapal tersebut tidak memasang bendera maupun nama yang terlihat.

Mayat tanpa luka dan ledakan mendadak

Kapten bersama beberapa anak buahnya lalu merapat dan naik ke Ourang Medan. Di berbagai sudut kapal, mereka menemukan 12 mayat, termasuk jasad seekor anjing. Tubuh para korban disebut kaku, dengan mata terbuka lebar dan mulut menganga.

Pemeriksaan awal terhadap beberapa korban, termasuk kapten Ourang Medan, tidak menemukan luka, lebam, ataupun tanda kekerasan. Namun, sebelum pemeriksaan dapat dilanjutkan, terdengar peringatan bahwa kapal mengalami kebakaran. Awak kapal Inggris itu segera kembali ke kapalnya.

Beberapa detik kemudian, ledakan dahsyat mengguncang laut. Api melahap Ourang Medan, yang akhirnya tenggelam beberapa jam setelah kejadian. Bersamaan dengan karamnya kapal, berbagai kemungkinan penyebab kematian awak dan ledakan ikut hilang bersama bukti-bukti yang tidak sempat diperiksa.

Identitas kapal dan misteri yang tak terpecahkan

Menurut pemberitaan de Locomotief pada 3 Februari 1948, Ourang Medan merupakan kapal dagang berbobot lebih dari 5.000 ton. Kapal itu berusia sekitar 40 tahun dan telah beberapa kali berganti kepemilikan. Namanya diduga berkaitan dengan pemilik terakhir yang berasal dari Indonesia, karena “Ourang Medan” dalam bahasa Indonesia atau Melayu berarti “Pria dari Medan”.

Sejumlah dugaan kemudian muncul. Kapal tersebut diperkirakan mungkin mengangkut bahan beracun atau bahan peledak untuk kebutuhan perang. Ada pula kemungkinan awak kapal terserang penyakit misterius. Tidak satu pun dugaan itu dapat dibuktikan karena kapal beserta seluruh bukti di dalamnya telah tenggelam. Kondisi tersebut membuat sebagian orang menganggap kisah Ourang Medan sebagai fiksi atau cerita tentang kapal hantu.

Misteri ini bahkan menarik perhatian Central Intelligence Agency (CIA). Dalam laporan rahasia yang dirilis pada 2003, badan intelijen Amerika Serikat itu menyatakan Ourang Medan bukan kapal hantu dan benar-benar ada. CIA juga mengakui adanya penemuan mayat serta ledakan, tetapi tidak menemukan jawaban mengenai penyebab tragedi tersebut. Kasus itu tetap dimasukkan sebagai salah satu misteri laut yang belum terpecahkan. “Saya yakin, tragedi S.S. Ourang Medan juga menyimpan jawaban atas ‘rahasia’ itu,” ungkap CIA.

Source link