Keputusan Brad Keselowski untuk meninggalkan RFK Racing pada akhir musim ini mengejutkan banyak pihak, termasuk sejumlah orang di internal tim. Keselowski bukan hanya pembalap, melainkan juga salah satu pemilik organisasi tersebut. Setelah lima tahun bergabung, ia semula dipandang sebagai penerus Jack Roush untuk memimpin tim bersejarah itu.
Keselowski sebelumnya menghabiskan 12 musim bersama Team Penske sebelum mengambil peran sebagai pembalap sekaligus pemilik di Roush setelah musim 2021. Namun, perpisahan dengan RFK Racing membuat masa depannya di NASCAR Cup Series kembali dipertanyakan. Menurut laporan The Athletic, Keselowski berbeda pandangan dengan kelompok pemilik lain mengenai arah tim. Tidak adanya charter untuk mobil nomor 60 RFK musim depan juga disebut menjadi salah satu sumber perbedaan.
Lima perpisahan besar sebelum Keselowski
Dalam sejarah modern NASCAR, sejumlah pembalap lain juga pernah mengakhiri hubungan panjang dengan tim yang membesarkan nama mereka.
Dale Earnhardt Jr. meninggalkan Dale Earnhardt Inc. (DEI) setelah musim 2007, meski sejak debut Cup pada 1999 ia selalu mengemudikan Chevrolet nomor 8 milik tim yang dibangun ayahnya. Sebanyak 17 dari 26 kemenangan Cup diraih Earnhardt Jr. bersama DEI, termasuk enam kemenangan pada 2004. Hubungannya dengan ibu tirinya, Teresa Earnhardt, memburuk setelah keinginannya mendapatkan kepemilikan di tim ditolak. Ia kemudian pindah ke Hendrick Motorsports dan bertahan di sana hingga akhir karier.
Kyle Busch juga berpisah dengan Joe Gibbs Racing (JGR) setelah 15 musim. Bergabung pada 2008, Busch memenangi 54 dari 63 kemenangan Cup-nya bersama tim tersebut dan meraih gelar pada 2015 serta 2019. Ia diperkirakan akan mengakhiri karier di JGR, tetapi negosiasi kontrak terhenti setelah sponsor utama M&M’s memutuskan tidak melanjutkan dukungan. Busch kemudian pindah ke Richard Childress Racing, sementara posisinya di JGR diisi Ty Gibbs dan nomor mobil berubah dari 18 menjadi 54. Busch berkompetisi untuk RCR hingga meninggal dunia pada Mei 2026.
Kevin Harvick meninggalkan Richard Childress Racing (RCR) setelah 13 musim. Ia masuk ke mobil nomor 29 pada 2001 untuk meneruskan operasi tim setelah Dale Earnhardt meninggal di putaran terakhir Daytona 500. Harvick meraih 23 dari 60 kemenangan Cup bersama RCR, sebelum pindah ke Stewart-Haas Racing pada 2014 untuk bekerja dengan Tony Stewart. Ketegangan sempat muncul dalam masa transisi itu, termasuk perselisihan dengan Ty Dillon. Harvick kemudian berdamai dengan Richard Childress dan langsung menjadi juara pada musim pertamanya bersama Stewart-Haas Racing.
Dari JGR dan Roush menuju babak baru
Tony Stewart meninggalkan JGR setelah satu dekade, meski sebelumnya memenangi gelar Cup pada 2002 dan 2005. Ia ingin menjadi pemilik tim dan mengambil alih operasi milik Gene Haas. Keraguan terhadap keputusan JGR berpindah ke Toyota, mengingat kedekatannya dengan General Motors, turut memengaruhi langkah tersebut. Stewart kemudian meraih gelar pembalap ketiga pada 2011 dan gelar sebagai pemilik pada 2014 bersama Stewart-Haas Racing, yang berhenti beroperasi setelah musim 2024.
Matt Kenseth dan Carl Edwards sama-sama meninggalkan Roush setelah periode panjang. Kenseth, yang memulai karier penuh waktu pada 2000, meraih 24 dari 39 kemenangan Cup bersama Roush dan mempersembahkan gelar 2003. Ia pergi setelah musim 2012. Edwards menyusul setelah 2014, dengan 23 dari 28 kemenangan kariernya diraih bersama Roush. Keduanya pindah ke JGR ketika performa Roush menurun dan organisasi itu mulai menyusut. Edwards kemudian meninggalkan kompetisi setelah kekalahan dramatis pada final musim 2016.
Keselowski kini menghadapi situasi serupa, tetapi dengan posisi yang lebih rumit karena statusnya sebagai pemilik RFK Racing. Belum ada kepastian mengenai langkahnya pada 2027.





