Soekarno Mandor Romusa & Fakta Kematian Rakyat RI

by -432 Views

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus, narasi lama tentang Soekarno sebagai mandor romusa kembali mencuat ke permukaan. Foto dan video yang sering dibagikan di media sosial menampilkan Soekarno berdiri di atas gundukan pasir, mengenakan topi jerami dan celana pendek, sambil menunjuk ke arah barisan para romusa. Beberapa orang mungkin mengira bahwa gambar tersebut merupakan manipulasi sejarah, namun sebenarnya gambar itu asli dan diambil dari film propaganda Jepang pada tahun 1944 yang dibuat khusus untuk mengampanyekan program romusa.

Dalam film tersebut, Soekarno tampil bersama Mohammad Hatta dan Adam Malik, yang kemudian menjadi wakil presiden RI. Tujuan dari film propaganda ini adalah agar rakyat Indonesia bersedia menjadi romusa dengan melihat dukungan dari para pemimpin besar. Strategi tersebut cukup berhasil meskipun di balik keberhasilan tersebut terdapat tragedi besar karena program romusa mirip dengan kerja paksa yang brutal.

Meskipun banyak yang menyalahkan Soekarno dan mencapnya sebagai mandor romusa dan kolaborator Jepang, Soekarno sendiri dalam autobiografinya mengaku tidak membantah keterlibatannya dalam program romusa. Dia menyadari bahwa pengerahan romusa memiliki dampak yang pahit bagi rakyat Indonesia. Soekarno percaya pada janji Jepang bahwa para romusa akan mendapatkan upah layak dan gelar pahlawan kerja, namun kenyataannya berbeda.

Sejarawan John David Legge menilai bahwa kolaborasi Soekarno dengan Jepang dapat dipahami dalam konteks politik saat itu. Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mendapatkan kemerdekaan Indonesia di akhir perang. Soekarno menyadari bahwa tuduhan terhadap dirinya akan terus hidup namun dia yakin bahwa sejarah akan membuktikan kebenaran.

Ini adalah bagian dari rubrik CNBC Insight yang memberikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Dengan melihat kisah-kisah seperti ini, kita dapat belajar dari nilai-nilai kehidupan dari masa lampau untuk diterapkan di hari ini.

Source link