Megathrust M8,1: Ratusan Orang Tewas Akibat Gempa Jepang

by -134 Views

Artikel ini merupakan bagian dari CNBC Insight yang memberikan tinjauan sejarah untuk menjelaskan situasi saat ini dengan menyoroti relevansinya dari masa lalu. Fokus pada mitigasi bencana, artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan terhadap bencana alam.

Ancaman gempa megathrust terus menghantui kehidupan manusia. Meskipun teknologi mitigasi bencana terus berkembang, belum ada metode pasti yang dapat memprediksi kapan gempa besar akan terjadi. Oleh karena itu, penting untuk belajar dari sejarah bencana masa lalu guna mengambil langkah-langkah yang lebih aman.

Peristiwa Gempa Nankai pada tanggal 20 Desember 1946, yang terjadi tepat 79 tahun yang lalu, menghancurkan banyak bangunan di kota-kota besar Jepang seperti Hiroshima, Kure, Kobe, Osaka, dan Kyoto. Getaran gempa M8,1 ini sangat kuat dan dirasakan hingga ke pulau-pulau terdekat.

Riset tentang Gempa Jepang 21 Desember 1946 menunjukkan bahwa banyak bangunan runtuh, infrastruktur rusak, dan kebakaran merajalela. Tsunami setelah gempa tersebut menyapu pesisir selatan Jepang, mengakibatkan puluhan ribu kematian dan kehancuran besar. Subduksi Lempeng Laut Filipina di bawah Lempeng Eurasia adalah penyebab bencana ini, yang terus berulang sepanjang sejarah.

Memahami sejarah bencana di masa lalu seperti Gempa Nankai 1946 sangat penting untuk mempersiapkan diri menghadapi risiko serupa di masa depan. Dengan terus meningkatkan sistem mitigasi bencana dan kehati-hatian terhadap lingkungan alam, kita dapat berdamai dengan ancaman gempa megathrust yang selalu mengintai.

Source link