Percobaan Kudeta di Arab: Masjidil Haram Lumpuh, Jemaah Disandera

by -107 Views

Kudeta di Masjidil Haram: Tragedi Kelam Tahun 1979 di Arab Saudi

Pada tahun 1979, Arab Saudi dilanda oleh peristiwa tragis ketika sekelompok orang bersenjata menduduki Masjidil Haram di Makkah dan menyandera para jemaah yang berada di dalam kompleks masjid. Kejadian tersebut meletus pada 20 November 1979, menandai salah satu periode paling kelam dalam sejarah negara tersebut.

Kelompok Pemberontak di Masjidil Haram

Kelompok pemberontak yang memimpin penyanderaan ini dipimpin oleh eks-tentara Arab Saudi, Juhayman al-Otaybi. Mereka berupaya menggulingkan pemerintah Arab Saudi dengan tuduhan bahwa keluarga kerajaan telah menyimpang dari ajaran Islam dan terlalu terpengaruh oleh budaya Barat. Kelompok tersebut juga mengklaim ingin membangun tatanan pemerintahan yang lebih sesuai dengan ajaran agama.

Operasi Pembebasan Masjidil Haram

Situasi yang rumit di Masjidil Haram memaksa pemerintah Arab Saudi untuk beraksi. Setelah memperoleh fatwa dari para ulama, pemerintah melancarkan operasi militer untuk merebut kembali Masjidil Haram. Pasukan Saudi mengepung kompleks masjid tersebut selama hampir dua pekan, dengan pertempuran sengit terutama di lorong-lorong bawah tanah tempat para pemberontak bersembunyi.

Pasukan Arab Saudi menggunakan berbagai taktik, termasuk membanjiri lorong-lorong bawah tanah dengan air yang dialiri listrik untuk memaksa para pemberontak keluar dari persembunyian mereka. Dalam operasi ini, Arab Saudi juga dibantu oleh unit antiteror Prancis, GIGN.

Dampak dan Pembelajaran

Tragedi pendudukan Masjidil Haram oleh kelompok pemberontak ini meninggalkan dampak yang besar bagi Arab Saudi. Pemerintah negara tersebut memperketat kebijakan keagamaan dan memperkuat peran ulama dalam kehidupan sosial dan politik negara. Banyak pengamat menganggap peristiwa ini sebagai titik balik penting dalam sejarah modern Timur Tengah.

Source link