Tragis Nasib Anak Afrika Dipajang di AS: Kisah Memilukan

by -63 Views

Ota Benga: Tragisnya Nasib Pria Afrika yang Dipajang sebagai Objek Pertunjukan di AS

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu dengan lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia – Sulit dipercaya, tetapi di Amerika Serikat pernah ada “kebun binatang manusia” untuk memamerkan warga Afrika layaknya satwa kepada publik. Peristiwa itu terjadi pada 1906 dan menimpa Ota Benga, pria asal Kongo yang dipajang hingga ditonton ribuan orang setiap harinya. Saat itu, Kongo berada di bawah kekuasaan kolonial Belgia.

Samuel Phillips Verner adalah sosok dari Amerika Serikat yang datang ke wilayah Kongo dengan misi mencari penduduk asli Afrika untuk dipamerkan di AS. Ketika bertemu dengan Ota Benga yang telah kehilangan keluarga, Verner membawa Benga ke AS dengan janji pendidikan dan kehidupan yang lebih baik. Namun, kenyataannya jauh dari harapan.

Tragedi Ota Benga dan “Kebun Binatang Manusia”

Di AS, Ota Benga dan warga Afrika lainnya dipamerkan di area khusus yang menyerupai perkampungan Afrika. Masyarakat pengunjung menonton mereka layaknya objek pertunjukan, yang dianggap sebagai hiburan dan pembelajaran budaya eksotis.

Bersama meningkatnya popularitas Benga, ia kemudian berkeliling ke berbagai kota di AS demi atraksi pameran tersebut. Puncak eksploitasi terjadi di Kebun Binatang Bronx, di mana Benga dipajang di area rumah primata bersama orangutan.

Setiap hari, ribuan orang memadati kebun binatang untuk melihat langsung Ota Benga, yang seringkali diejek, ditertawakan, bahkan diganggu oleh pengunjung. Banyak dari mereka meminta Benga menunjukkan giginya yang sengaja dikikir runcing untuk menyerupai hewan buas.

Akhir Hidup yang Tragis

Setelah sekitar 20 hari dipamerkan, kebun binatang Bronx menghentikan atraksi tersebut dan mengirimkan Benga ke panti asuhan sebelum akhirnya bergabung dengan komunitas kulit hitam di Virginia. Ota Benga berusaha membangun kehidupan baru di AS, namun pada 20 Maret 1916, ia mengakhiri hidupnya dengan menembakkan pistol ke dadanya sendiri.

Meninggal dunia pada usia sekitar 32 tahun, Ota Benga meninggalkan tragedi kehidupan yang dipenuhi dengan eksploitasi dan perlakuan tidak manusiawi. Baru pada 2020, 114 tahun kemudian, Kebun Binatang Bronx meminta maaf atas tindakan menjadikan Benga sebagai “kebun binatang manusia”.

(mfa/mfa)

Source link