Kasus Besar yang Menjadi Titik Balik Bagi Kapolri Hoegeng Imam Santoso
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.
Jakarta, CNBC Indonesia – Mengusut kasus besar merupakan makanan sehari-hari bagi seorang Kapolri. Namun bagi Hoegeng Imam Santoso, tugas itu justru menjadi titik balik kariernya. Saat tengah menangani sebuah perkara besar, Kapolri ke-5 tersebut diberhentikan secara mendadak dari jabatannya.
Pemberhentian Mendadak Kapolri Hoegeng Imam Santoso
Pada 2 Oktober 1971, Presiden Soeharto mencopot Hoegeng dari jabatan Kapolri. Alasannya, Hoegeng dianggap sudah tua dan diminta menempati posisi baru sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belgia. Padahal, saat itu usianya baru menginjak 50 tahun.
“Tugas apa pun saya akan terima, asal jangan jadi dubes, Pak,” kata Hoegeng kepada Soeharto, dikutip dalam Hoegeng: Polisi Idaman dan Kenyataan (1993).
Kasus Penyelundupan Mobil Mewah
Hoegeng tengah membongkar kasus penyelundupan mobil mewah yang merugikan negara hingga ratusan juta rupiah. Ribuan mobil mewah berhasil masuk ke Indonesia tanpa membayar bea masuk. Menurut Hoegeng, praktik itu tidak mungkin berlangsung tanpa bantuan orang-orang di dalam birokrasi.
Salah satu tokoh yang menjadi target penyelidikannya adalah Robby Tjahjadi, seorang penyalur mobil-mobil mewah hasil penyelundupan. Berbagai merek, mulai dari Alfa Romeo, Fiat, BMW, hingga Rolls-Royce berhasil masuk ke Indonesia melalui jalur ilegal.
Momen Penting dalam Penyelidikan
Di tengah penyelidikan, Hoegeng berhadapan langsung dengan Robby Tjahjadi pada kediaman Presiden Soeharto. Hoegeng menyadari adanya keterkaitan antara Robby dengan kalangan elite kekuasaan, sehingga menahan niatnya untuk melaporkan kasus tersebut.
Beberapa waktu setelah itu, Hoegeng dicopot dari jabatannya sebagai Kapolri. Spekulasi menyebutkan bahwa pencopotan tersebut terkait dengan penyelidikan terhadap Robby Tjahjadi, meski Hoegeng sendiri tidak pernah membenarkannya secara terbuka.
Setelah pensiun, Hoegeng memilih menjalani kehidupan yang sederhana dan lebih banyak berkecimpung di dunia seni hingga wafat pada 14 Juli 2004, tepat hari ini 22 tahun lalu.





