Penemu Fondasi Cakar Ayam dari RI: Kisah Menggemparkan Belanda

by -120 Views

Kisah Sukses Sedyatmo: Dibalik Fondasi “Cakar Ayam” yang Fenomenal

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Sebuah proyek karya insinyur Indonesia pernah membuat orang Belanda terpukau. Rancangannya dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Namun, di balik pendekatan teknik yang modern itu, sang perancang ternyata sempat menjalankan tradisi Jawa dengan menanam kepala kerbau sebelum pembangunan dimulai.

Sedyatmo: Perjalanan Karir dan Prestasi

Insinyur tersebut adalah Sedyatmo, sosok yang kemudian dikenal sebagai penemu konstruksi fondasi “cakar ayam”. Namanya kini juga diabadikan sebagai salah satu ruas jalan tol di Jakarta.

Pada 1936, dua tahun setelah meraih gelar insinyur, Sedyatmo mendapat kepercayaan untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Proyek tersebut bukan pekerjaan mudah, namun Sedyatmo mampu menghadapinya dengan bijak.

Penolakan dan Keberhasilan

Garapan Sedyatmo mendapat penolakan dari insinyur Belanda karena dinilai menyimpang dari standar teknik. Namun, pada akhirnya, jembatan yang dibangun oleh Sedyatmo membuktikan keberhasilannya. Jembatan Air Wiroko berdiri kokoh dan menjadi bukti bahwa perhitungan Sedyatmo tidak keliru.

Tradisi menanam kepala kerbau sebelum pembangunan ternyata hanya sebagai bentuk menghormati adat masyarakat, bukan faktor penentu keberhasilan konstruksi. Keberhasilan proyek ini menjadi titik balik dalam karier Sedyatmo.

Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah. Ia bahkan diangkat menjadi Profesor ITB bidang Tenaga Air dan berhasil melahirkan inovasi konstruksi fondasi “cakar ayam” pada tahun 1961.

Dalam sejarah Indonesia, namanya dianggap sebagai salah satu insinyur paling berpengaruh atas temuannya yang mendapat paten internasional dari belasan negara.

Source link