Presiden AS Minta Pinjam Pejabat RI untuk Urus Masalah Luar Negeri

by -131 Views

Kisah Sukses Kuntoro Mangkusubroto dalam Membangun Kembali Aceh

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu dengan lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden ke-41 Amerika Serikat Bill Clinton pernah ingin ‘meminjam’ pejabat Indonesia buat urus masalah di luar negeri. Sosok pejabat tersebut adalah Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias yang sukses memimpin pembangunan kembali Aceh pascatsunami 2004.

Peminjaman Kuntoro Mangkusubroto oleh Presiden AS

Kisah tersebut diungkap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat mengenang pertemuannya dengan Clinton beberapa tahun setelah tsunami Aceh. Menurut SBY, Clinton secara langsung menyampaikan keinginannya agar Kuntoro dapat membantunya menangani krisis di Haiti.

“Can I borrow Kuntoro?” tutur SBY mengulang ucapan Clinton dalam acara “Mengenang Warisan Kuntoro Mangkusubroto: Integritas, Kerja Keras, Konsistensi dan Implementasi Paralel Holistik” pada 2024 silam.

Berbagi Pengalaman dalam Menangani Bencana Besar

Gempa berkekuatan M7,0 itu menewaskan lebih dari 200 ribu orang, melukai ratusan ribu lainnya, serta menghancurkan sebagian besar ibu kota Port-au-Prince. Jutaan warga kehilangan tempat tinggal dan pembangunan kembali negara itu menghadapi berbagai kendala. Mulai dari koordinasi bantuan internasional hingga tata kelola rekonstruksi.

Menurut penuturan SBY, Clinton bahkan mengakui proses pemulihan Haiti jauh lebih sulit dari yang dibayangkannya. “Saya ini sedang menangani Haiti. Mengapa kok sulit sekali?” kata Clinton.

Clinton ingin mengetahui bagaimana Indonesia mampu mengelola rekonstruksi Aceh yang melibatkan pemerintah, donor internasional, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat lokal, tetapi tetap berjalan efektif.

Selama beroperasi pada 2005-2009, BRR memang memimpin pembangunan kembali Aceh dan Nias setelah tsunami 2004. Lembaga tersebut mengoordinasikan ribuan proyek rekonstruksi, membangun kembali ratusan ribu rumah, sekolah, rumah sakit, jalan, jembatan, pelabuhan, hingga berbagai fasilitas publik dengan dukungan puluhan negara dan lembaga internasional.

Keberhasilan itu membuat BRR mendapat pujian dan penghargaan internasional karena berhasil menjadi contoh penanganan rekonstruksi pascabencana di tingkat internasional.

Kisah meminjam Kuntoro Mangkusubroto untuk mengelola krisis Haiti menjadi simbol pengakuan dunia atas keberhasilan Indonesia dalam membangun kembali Aceh setelah bencana dahsyat.

Source link