Warga RI Menteri di Belanda: Prestasi Bersejarah untuk Indonesia

by -52 Views

Sejarah Menteri Indonesia di Pemerintahan Belanda: Profil Ario Soejono

Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejarah mencatat peristiwa penting ketika seorang warga Indonesia diangkat menjadi menteri di Belanda. Ario Soejono, seorang putra Tulungagung, menjadi titik awal di mana keberadaan seorang Indonesia terwakili dalam kabinet Perdana Menteri Belanda Pieter Sjoerd Gerbrandy pada 6 Juni 1942.

Prestasi Bersejarah Ario Soejono

Pengangkatan Soejono sebagai menteri tanpa departemen oleh Gerbrandy memperlihatkan inklusi pertama seorang individu Indonesia dalam jajaran pemerintahan Belanda. Keputusan ini dipandang sebagai upaya untuk menegaskan hubungan yang terjalin antara Belanda dan Indonesia.

Menurut catatan Harry A. Poeze dalam karyanya “Di Negeri Penjajah: Orang Indonesia di Negeri Belanda, 1600-1950” (2008), Soejono dipilih tanpa disematkan tanggung jawab di departemen tertentu. Hal ini menandakan langkah strategis Belanda dalam menyatukan semangat kolaborasi dengan Indonesia pada waktu itu.

Profil Ario Soejono

Soejono lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada 31 Maret 1886. Dari keluarga berada, Soejono dididik untuk mengejar karier dalam pemerintahan. Jejak karier Soejono dimulai sebagai asisten wedana pada 1911 dan mencapai puncaknya saat menjabat sebagai Bupati Pasuruan pada periode 1915-1927.

Kerja keras Soejono diakui dan meraih kepercayaan, terutama saat dia terlibat dalam aktivitas politik sebagai anggota Volksraad periode 1920-1930.

Perjuangan Ario Soejono

Situasi berubah drastis ketika Jepang menyerbu Hindia Belanda pada 1942. Soejono bersama sejumlah pejabat penting melarikan diri ke Australia lalu ke London. Di ibu kota Inggris itu, Soejono berkontribusi sebagai menteri dalam kabinet Gerbrandy.

Namun, posisi Soejono tidak sekadar mewakili kepentingan Belanda, melainkan juga mengamalkan aspirasi Indonesia. Usahanya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tergambar saat dia mengampanyekan pemisahan hubungan antara Belanda dan Indonesia secara damai dan setara.

Meski usahanya tidak tercapai dan sempat diabaikan, Soejono mempertahankan sikapnya hingga ajal menjemputnya di London pada 5 Januari 1943. Warisannya sebagai individu pertama dari Indonesia yang meniti karier politik di Belanda terukir abadi dalam sejarah.

Source link