Pesawat Terbaru Jatuh dan Hancur Saat Uji Coba, Pilot Selamat

by -84 Views

Uji coba pesawat militer di Fort Myer, Virginia, Amerika Serikat, berubah menjadi tragedi pada 17 September 1908. Pesawat yang diterbangkan Orville Wright jatuh setelah salah satu bilah baling-balingnya pecah. Orville selamat, tetapi mengalami luka parah, sedangkan Letnan Satu Thomas E. Selfridge yang ikut sebagai pengamat meninggal beberapa jam kemudian.

Peristiwa itu tercatat sebagai kecelakaan fatal pertama dalam sejarah penerbangan pesawat bermesin. Air Force Historical Foundation juga menyebutnya sebagai kecelakaan pesawat pertama di dunia. Selfridge kemudian dikenang sebagai orang pertama yang meninggal akibat kecelakaan pesawat bermesin.

Uji coba pesawat untuk militer Amerika Serikat

Mengutip History, penerbangan tersebut merupakan bagian dari pengujian pesawat baru buatan Wright bersaudara. Pesawat itu menggunakan teknologi yang diperuntukkan bagi kebutuhan militer Amerika Serikat dan memiliki rancangan berbeda dari teknologi yang digunakan sebelumnya.

Ketika penerbangan dimulai, tidak terlihat adanya masalah. Pesawat sempat beberapa kali berputar mengelilingi lapangan di Fort Myer. Namun, situasi berubah ketika salah satu bilah baling-baling tiba-tiba pecah saat pesawat berada di ketinggian sekitar 150 kaki atau 46 meter.

Kerusakan pada baling-baling membuat pesawat bergetar hebat. Orville masih berusaha mempertahankan kendali dan menurunkan pesawat hingga ketinggian sekitar 75 kaki atau 23 meter. Upaya itu tidak berhasil. Pesawat kemudian jatuh dan menghantam tanah hingga hancur.

Benturan tersebut menyebabkan Orville mengalami cedera serius. Selfridge, yang berada di dalam pesawat sebagai pengamat, juga terluka parah dan tidak sadarkan diri. Beberapa jam setelah kecelakaan, ia meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.

Kerusakan baling-baling mengganggu kendali pesawat

Penyelidikan setelah kecelakaan mengungkap rangkaian kerusakan yang menyebabkan pesawat kehilangan kendali. Saat bilah baling-baling pecah, getaran yang muncul membuat bagian baling-baling mengenai kabel pengendali.

Kabel tersebut berperan dalam mengendalikan bagian ekor pesawat. Setelah terkena dan mengalami gangguan, sistem kendali ekor tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Orville pun kehilangan kemampuan untuk mengarahkan pesawat hingga akhirnya jatuh ke tanah.

Kecelakaan itu menjadi pukulan berat bagi Wright bersaudara. Orville harus menjalani perawatan panjang akibat cedera yang dialaminya. Meski demikian, tragedi tersebut tidak menghentikan proyek pesawat militer mereka.

Pada 1909, Wright bersaudara kembali ke Fort Myer dengan pesawat baru untuk melanjutkan dan menyelesaikan rangkaian uji coba yang sebelumnya tertunda. Peristiwa itu juga mendorong para insinyur untuk terus memperbaiki desain pesawat, sistem kendali, dan aspek keselamatan penerbangan.

Source link