Emas 12 Kg Hilang di Kereta Jakarta-Surabaya, Ini Faktanya

by -65 Views

Empat dari 10 karung emas raib sebelum kiriman itu selesai diperiksa di kantor pos Weltevreden, kawasan yang kini dikenal sebagai Gambir, Batavia (sekarang Jakarta), pada Mei 1929. Nilai emas yang hilang ditaksir mencapai 20.000 gulden, atau sekitar 12,5 kilogram berdasarkan harga emas pada masa itu.

Kiriman tersebut bermula dari Afrika Selatan atas permintaan sebuah pabrik di Jakarta. Setelah tiba di Surabaya, emas dikemas dalam karung dan dikirim melalui jalur darat menggunakan kereta api menuju Jakarta. Namun, ketika kiriman sampai di kantor pos Weltevreden, sebagian isinya tidak lagi berada di tempat.

Empat karung hilang dari total 10 kiriman

Setiap karung dalam pengiriman itu memiliki nilai sekitar 5.000 gulden. Dengan empat karung dinyatakan hilang, nilai kerugian yang tercatat dalam surat kabar Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië edisi 23 Mei 1929 mencapai 20.000 gulden.

Angka tersebut sejalan dengan harga emas yang berlaku saat itu, yakni sekitar 1,65 gulden per gram. Jika dikonversi berdasarkan harga tersebut, emas senilai 20.000 gulden setara dengan kurang lebih 12,5 kilogram. Karena itu, peristiwa tersebut kerap disebut sebagai hilangnya sekitar 12 kilogram emas dalam rangkaian pengiriman yang melibatkan perjalanan dari Surabaya ke Jakarta.

Persoalan terbesar bagi penyelidikan bukan hanya jumlah emas yang raib, melainkan lokasi pencurian. Petugas tidak dapat memastikan kapan dan di titik mana karung-karung tersebut dibobol atau isinya diambil. Emas telah menempuh perjalanan panjang sebelum kekurangannya diketahui di Batavia.

Polisi tak bisa memastikan titik pencurian

Ada beberapa kemungkinan yang dipertimbangkan. Emas bisa saja hilang sebelum meninggalkan Afrika Selatan. Kemungkinan lain, pencurian berlangsung di atas kapal yang membawa emas menuju Hindia Belanda. Setelah tiba di wilayah koloni tersebut, pencurian juga masih mungkin terjadi selama pengiriman dari Surabaya menuju Jakarta dengan kereta api.

Surat kabar Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië secara khusus menyoroti sulitnya menentukan lokasi kejadian. “Tidak mungkin untuk menetapkan di mana pencurian itu terjadi, karena sudah ada kemungkinan untuk melakukannya di Afrika Selatan, dari mana beberapa emas berasal, sementara pencurian itu mungkin juga dilakukan di atas kapal atau selama perjalanan dari Surabaya ke Batavia,” tulis laporan tersebut pada 23 Mei 1929.

Dengan begitu, pemeriksaan di kantor pos Weltevreden hanya menjadi titik ketika kehilangan diketahui, bukan bukti bahwa pencurian terjadi di sana. Emas itu bisa telah raib jauh sebelumnya, baik saat masih berada di Afrika Selatan, dalam pelayaran, maupun ketika dikirim melalui jalur kereta api di Hindia Belanda.

Pada akhirnya, kepolisian tidak berhasil menetapkan lokasi pasti pencurian ataupun menemukan orang yang mengambil empat karung emas tersebut.

Source link