Tidak Ada Kesuksesan Tanpa Proses: Kunci Meraih Impian

by -80 Views

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan anak muda agar tidak terjebak pada keinginan untuk meraih kekayaan dan kesuksesan secara instan. Menurut dia, keberhasilan selalu membutuhkan proses, latihan, serta ketekunan dalam menghadapi kesulitan.

Pesan itu disampaikan Zulkifli dalam sesi 1 on 1 pada acara Lampung Financial Festival di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). Dalam dialog yang dipandu News Anchor CNBC Indonesia Shafinaz Nachiar tersebut, Zulkifli berbagi pandangan mengenai pentingnya membangun daya juang sejak dini.

Kesuksesan Tidak Datang Seketika

Shafinaz mengawali pembicaraan dengan menanyakan kondisi anak-anak Indonesia yang kini dihadapkan pada berbagai hal serba instan. Keinginan untuk cepat kaya dan segera sukses, menurut konteks pertanyaan itu, dapat membuat anak muda kurang memiliki daya juang dan lebih mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.

Zulkifli menjawab bahwa daya juang tidak muncul begitu saja. Sikap tersebut harus dibentuk melalui kebiasaan dan latihan. “Itu kan semua dilatih dan dibiasakan,” ujar Zulkifli.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional itu kemudian mencontohkan Chairul Tanjung, Founder sekaligus Chairman CT Corp. Zulkifli menyebut Chairul Tanjung sebagai sosok yang memiliki perjuangan luar biasa hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang.

Bagi Zulkifli, perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa keberhasilan tidak dapat diperoleh melalui cara-cara singkat. Ia menolak anggapan bahwa seseorang bisa mendadak kaya tanpa proses yang panjang.

“Tidak ada kesuksesan itu tanpa proses, nggak ada. Enggak ada sulap tuh, enggak ada. Kayak kita mau kaya ikut judol (judi online) tuh enggak ada. Kaya tiba-tiba main kripto tuh, enggak ada, enggak ada. Semua mesti proses, semua mesti ditempa,” kata Zulkifli.

Kesulitan sebagai Proses Pembentukan

Untuk menjelaskan pandangannya, Zulkifli menggunakan perumpamaan proses pembuatan pedang. Pedang yang tajam, kata dia, harus ditempa dalam waktu yang lama. Kualitas pedang akan dipengaruhi oleh proses tempaan yang dijalani.

Perumpamaan itu ia kaitkan dengan perjalanan hidup seseorang. Semakin berat dan sulit tantangan yang dihadapi, semakin besar pula kesempatan seseorang untuk menjadi lebih kuat, selama proses tersebut dijalani dan dihadapi.

“Jadi semua proses. Oleh karena itu, sekali lagi saya mengatakan, semakin berat, semakin sulit ya enggak usah khawatir, itu akan membuat kamu semakin kuat. Maka rencanakan masa depanmu. Rencanakan,” ujar Zulkifli.

Dalam sesi tersebut, ia menempatkan perencanaan masa depan sebagai bagian dari proses yang perlu dijalani anak muda. Pesan yang disampaikan bukan untuk mencari jalan pintas, melainkan membangun kesiapan melalui kebiasaan, tempaan, dan daya tahan menghadapi kesulitan.

Source link