Kisah Sukses Nasabah PNM Mekaar Olah Jamur Jadi Cuan

by -70 Views

Persoalan jamur tiram yang tidak habis terjual menjadi titik awal Astuti membangun usaha baru. Nasabah PNM Mekaar asal Balikpapan itu mengolah sisa hasil panen menjadi Jamur Krispi dan Stik Jamur, sehingga produk tersebut memiliki masa simpan lebih panjang sekaligus nilai jual tambahan.

Langkah tersebut berangkat dari kebutuhan sederhana: mencegah jamur yang tersisa berakhir sebagai limbah. Namun, dari proses pengolahan itu, Astuti mulai melihat peluang usaha yang sebelumnya tidak terpikirkan. Produk berbahan jamur tersebut kemudian menjadi cara baginya untuk tetap memanfaatkan hasil panen ketika penjualan dalam bentuk segar tidak seluruhnya terserap pasar.

Dari hasil panen tersisa menjadi produk bernilai

“Dulu saya hanya berpikir bagaimana jamur yang tak habis terjual tidak terbuang. Sekarang saya tahu, dari sesuatu yang hampir terbuang itu, bisa tumbuh sebuah usaha, harapan untuk keluarga, bahkan manfaat untuk banyak orang,” ujar Astuti dikutip Sabtu (29/8/2026).

Bagi Astuti, perubahan yang terjadi tidak berhenti pada bertambahnya jenis produk. Ia juga mengubah cara pandangnya terhadap tantangan pasar. Persoalan yang semula berpotensi merugikan usaha justru mendorongnya untuk mencari metode pengolahan lain dan menggali nilai tambah dari bahan yang telah dimiliki.

Jamur yang sebelumnya harus segera dijual karena memiliki umur simpan terbatas dapat diolah menjadi makanan dengan daya simpan lebih panjang. Dengan cara itu, hasil panen yang berisiko tidak terjual tetap dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari kegiatan usaha.

Astuti menilai pembiayaan memberi ruang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk bergerak. Namun, menurut dia, modal saja belum cukup untuk menjawab tantangan usaha. Pendampingan juga dibutuhkan agar pelaku usaha dapat menemukan cara mengembangkan produk serta menjaga keberlanjutan usahanya.

Kepercayaan diri tumbuh bersama usaha

Perkembangan usaha tersebut turut meningkatkan kepercayaan diri Astuti. Ia kemudian dipercaya menjadi Ketua Klasterisasi Bank Sampah di Kampung Madani, Waru, Penajam.

Peran itu memperluas aktivitas Astuti dari sekadar mengolah jamur hasil panen. Ia kini mengajak masyarakat di lingkungannya untuk memandang barang yang dianggap tidak bernilai secara berbeda, yakni sebagai sesuatu yang masih bisa dimanfaatkan dan memberikan manfaat.

Pengalaman Astuti menjadi bagian dari pendekatan PNM yang memadukan pembiayaan dengan pemberdayaan. Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, nasabah usaha ultra mikro tidak hanya memerlukan akses modal, tetapi juga kemampuan untuk mengembangkan usaha dan menghadapi tantangan di lapangan.

“Pembiayaan memberikan kesempatan bagi nasabah untuk memulai dan mengembangkan usahanya. Tetapi pemberdayaanlah yang membantu mereka menemukan cara untuk naik kelas. Ketika keduanya berjalan bersama, modal tidak berhenti menjadi pinjaman, tetapi dapat berubah menjadi produk yang lebih bernilai, usaha yang lebih kuat, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Kindaris.

Source link