Insiden besar yang melibatkan Finn Gehrsitz dan pembalap pabrikan Aston Martin, Mattia Drudi, dalam ajang World Endurance Championship (WEC) Fuji 6 Hours dinyatakan sebagai insiden balapan. Steward tidak menilai salah satu pembalap lebih dominan bertanggung jawab atas benturan tersebut.
Kontak terjadi ketika lomba menyisakan kurang dari satu jam. Gehrsitz, yang mengemudikan McLaren 720S GT3 Garage 59 bernomor 58, sedang bertarung memperebutkan posisi di kelasnya dengan Drudi dari Heart of Racing Aston Martin nomor 27. Benturan itu membuat McLaren Gehrsitz meluncur keras ke arah pembatas sirkuit.
Gehrsitz dapat meninggalkan lokasi kejadian tanpa cedera. Namun, kecelakaan tersebut memicu periode safety car yang mengubah jalannya perlombaan. Setelah finis, kedua pembalap dipanggil ke hadapan steward untuk memberikan penjelasan. Sebuah mobil ketiga yang sedang keluar dari pit lane juga disebut sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap insiden.
Steward: Tidak Ada Gerakan Mendadak
Dalam laporan resminya, steward menyebut Gehrsitz bermaksud tetap berada dekat dengan mobil nomor 27 untuk memanfaatkan side draft dan memperoleh tambahan kecepatan. Kedua pembalap menjelaskan bahwa mereka berusaha mempertahankan lintasan lurus karena melaju dalam kecepatan tinggi, berada dalam jarak berdekatan, serta menghadapi kehadiran mobil lain yang keluar dari pit lane.
“Kedua pembalap menilai insiden tersebut sebagai insiden balapan, dan tidak ada yang menganggap pembalap lain sebagai pihak yang terutama bertanggung jawab atas kontak,” demikian isi laporan steward.
Setelah mempertimbangkan perkara itu, steward menyatakan tidak menemukan gerakan kemudi yang signifikan atau mendadak dari salah satu mobil. Mereka juga tidak dapat menetapkan bahwa salah satu pembalap lebih bertanggung jawab atas benturan. Karena itu, tidak ada tindakan lanjutan yang dijatuhkan.
McLaren Bernasib Buruk
Rekan setim Gehrsitz di McLaren nomor 58, Benjamin Goethe, mengatakan kontak tersebut semestinya hanya berakhir sebagai benturan ringan antarpintu. Berdasarkan rekaman kamera onboard, kedua mobil terlihat sedikit bergerak saling mendekat saat Gehrsitz berusaha mendapatkan efek side draft.
“Biasanya, kontak seperti ini hanya menjadi sentuhan kecil dari pintu ke pintu yang tidak menyebabkan kecelakaan. Namun kali ini, roda mereka bersentuhan, membuat mobil terangkat dan meluncur ke kiri,” kata Goethe. Menurutnya, insiden itu sangat tidak beruntung dan bukan kesalahan khusus salah satu pihak.
Goethe juga mengatakan Gehrsitz kecewa karena kecelakaan tersebut mengakhiri lomba mereka. Meski begitu, ia lega pembalap Jerman itu masih dapat berjalan, berdiri, dan berkomunikasi tanpa cedera serius.
Ironisnya, insiden tersebut justru membantu mobil nomor 27. Drudi naik ke posisi kedelapan selama siklus pit stop di bawah safety car, kemudian menembus barisan depan dan finis di posisi kedua. Rekan setimnya, Zach Robichon, menilai hasil itu tercapai karena mereka mampu menghindari risiko yang tidak perlu setelah restart.
Garage 59 juga kehilangan peluang melalui McLaren nomor 10 yang dikemudikan Antares Au, Tom Fleming, dan Marvin Kirchhofer. Mobil tersebut kehilangan posisi terdepan di kelas LMGT3 pada pit stop terakhir ketika Kirchhofer dilewati dua Corvette, meski tidak mengganti ban. Keputusan mempertahankan ban dinilai tepat untuk menjaga posisi lintasan, tetapi setelah lomba dilanjutkan, ban Goodyear yang sudah dipakai dua stint membuat mobil itu kesulitan mempertahankan kecepatannya.





