Gejala seperti batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan tubuh lemas kerap dianggap sebagai flu biasa. Namun, kemunculan gejala secara mendadak, demam, nyeri otot, serta kelelahan berat dapat mengarah pada influenza, termasuk influenza A. Meski sama-sama menyerang saluran pernapasan, influenza dan pilek atau common cold memiliki perbedaan pada penyebab dan pola gejalanya.
Mengenal influenza A
Influenza adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Infeksi ini dapat menyerang hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Influenza A merupakan salah satu jenis virus influenza yang dapat menimbulkan penyakit dengan tingkat keparahan beragam, mulai dari ringan hingga berat.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala influenza umumnya muncul secara tiba-tiba. Gejala tersebut meliputi demam atau rasa menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Meski demam cukup umum terjadi, tidak semua orang yang terkena influenza akan mengalaminya.
Pola munculnya gejala menjadi salah satu petunjuk penting untuk membedakan influenza dari pilek. Pada common cold, gejala biasanya berkembang secara bertahap. Sebaliknya, influenza dapat membuat seseorang yang sebelumnya masih beraktivitas normal mendadak mengalami demam, badan terasa nyeri, sakit kepala, dan kelelahan.
Perbedaan gejala dan risiko komplikasi
Influenza dan common cold sama-sama dapat menyebabkan batuk, pilek, serta sakit tenggorokan. Namun, demam relatif jarang ditemukan pada pilek, sementara gejala tersebut lebih umum pada influenza. Batuk akibat influenza juga dapat terasa lebih berat dibandingkan batuk yang menyertai pilek.
CDC menyebutkan sebagian besar orang yang terkena influenza akan pulih dalam beberapa hari hingga kurang dari dua minggu. Meski demikian, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi, antara lain pneumonia, infeksi sinus, dan infeksi telinga.
Risiko komplikasi serius lebih tinggi pada kelompok tertentu. Mereka yang perlu mendapat perhatian lebih besar antara lain orang berusia 65 tahun ke atas, penderita penyakit kronis seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung, ibu hamil, serta anak-anak berusia di bawah lima tahun, terutama yang berusia di bawah dua tahun.
Tanda yang membutuhkan pertolongan medis
Tidak semua gejala influenza memerlukan penanganan darurat. Namun, orang dewasa perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada atau perut, pusing, kejang, tidak buang air kecil, nyeri otot berat, atau kelelahan yang parah.
Demam maupun batuk yang sempat membaik tetapi kemudian kembali atau memburuk juga termasuk tanda yang perlu diperhatikan. Memahami perbedaan pola gejala influenza dan pilek membantu seseorang mengenali kondisi yang dialami, terutama ketika gejala muncul tiba-tiba, semakin berat, atau terjadi pada kelompok yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
