Kenapa Suara Kita Berbeda di Rekaman? Ini Alasannya!

by -82 Views

Suara yang terdengar dari rekaman sering kali membuat pemiliknya merasa asing. Nada suara terasa lebih tipis, lebih tinggi, atau tidak seberat suara yang biasa terdengar ketika berbicara. Perbedaan itu bukan berarti mikrofon merekam suara secara keliru. Penyebabnya adalah suara sendiri diterima telinga melalui jalur yang berbeda saat kita berbicara dan saat mendengarkan hasil rekaman.

Dua jalur suara sampai ke telinga

Menurut Scientific American, sebagaimana dilansir pada 25 September, manusia mendengar suara sendiri melalui dua mekanisme. Jalur pertama adalah air conduction atau hantaran udara. Dalam proses ini, gelombang suara bergerak melalui udara, masuk ke saluran telinga, menggetarkan gendang telinga, lalu diteruskan menuju telinga bagian dalam.

Jalur kedua disebut bone conduction atau hantaran tulang. Ketika seseorang berbicara, sebagian getaran suara merambat melalui jaringan dan tulang kepala sebelum mencapai telinga bagian dalam. Suara yang terdengar saat berbicara merupakan gabungan antara suara yang datang melalui udara dan getaran yang merambat melalui tulang.

Kondisinya berbeda ketika seseorang mendengarkan rekaman. Pada situasi tersebut, komponen suara yang biasanya diterima melalui tulang kepala tidak ikut terdengar. Rekaman terutama menghadirkan suara yang merambat melalui udara, sehingga hasilnya dapat terasa berbeda dari suara yang kita dengar secara langsung dari dalam kepala.

Mengapa suara dari dalam kepala terdengar lebih berat?

Penelitian mengenai persepsi terhadap suara sendiri menunjukkan bahwa hantaran tulang turut memengaruhi cara seseorang mengenali suaranya. Mekanisme ini cenderung memperkuat komponen frekuensi rendah. Akibatnya, suara yang didengar saat berbicara sendiri bisa terasa lebih rendah, penuh, atau “berisi”.

Selama bertahun-tahun, otak membangun referensi mengenai suara tersebut karena itulah versi yang terus didengar setiap kali kita berbicara. Ketika rekaman diputar, suara yang muncul tidak lagi disertai komponen dari hantaran tulang. Perbedaan itu membuat suara sendiri terdengar asing, meskipun suara tersebut tidak benar-benar berubah.

Rasa aneh saat mendengarkan pesan suara lebih berkaitan dengan perubahan jalur pendengaran. Kita sedang menerima suara yang sama melalui cara yang tidak biasa, bukan mendengar perubahan mendadak pada karakter suara.

Apakah rekaman sama dengan suara yang didengar orang lain?

Suara dalam rekaman memang lebih mendekati suara yang didengar orang lain dibandingkan suara yang kita dengar sendiri saat berbicara. Orang lain tidak mengalami hantaran tulang dari suara kita dengan cara yang sama. Namun, rekaman tetap bukan gambaran yang sepenuhnya identik dengan suara yang sampai ke telinga pendengar.

Hasil akhirnya dapat dipengaruhi mikrofon, jarak mulut dari mikrofon, kondisi ruangan, perangkat pengeras suara, kualitas audio, serta kompresi suara. Karena itu, suara dalam rekaman dapat menjadi pendekatan terhadap suara yang didengar orang lain, tetapi tidak selalu merepresentasikannya 100 persen.

Source link