Laurin Heinrich datang ke balapan penutup IMSA WeatherTech SportsCar Championship dengan peluang tipis untuk merebut gelar GTP. Namun, pembalap Porsche Penske Motorsport itu tidak ingin terjebak dalam perhitungan klasemen. Sasaran utamanya di Michelin Raceway Road Atlanta adalah memenangkan Motul Petit Le Mans secara keseluruhan.
Heinrich akan kembali mengemudikan Porsche 963 nomor 7 bersama Felipe Nasr dan Julien Andlauer dalam balapan ketahanan 10 jam pada Sabtu. Ia tertinggal 147 poin dari pemimpin klasemen, Jack Aitken, yang membela Cadillac Whelen V-Series.R nomor 31.
Sebanyak 385 poin maksimum tersedia dari kualifikasi dan balapan. Pembalap bisa memperoleh 35 poin untuk pole position dan 350 poin untuk kemenangan. Bahkan jika finis di posisi ke-11 dalam kedua sesi, pembalap tetap mendapatkan sedikitnya 220 poin, yakni 20 poin dari kualifikasi dan 200 poin dari balapan.
Peluang gelar ditentukan sejak kualifikasi
Dengan skenario tersebut, Aitken dipastikan meraih setidaknya 2.972 poin. Finis di posisi kesembilan atau lebih baik sudah cukup untuk mengunci gelar juara pembalap. Sementara itu, Heinrich harus menjaga jarak maksimal 149 poin setelah kualifikasi, lalu memenangkan balapan sambil berharap Aitken finis di posisi ke-10 atau lebih rendah.
Heinrich menyadari bahwa sebagian besar syarat tersebut berada di luar kendalinya. Karena itu, ia memilih berfokus pada hal yang bisa dilakukan sendiri.
“Ada peluang, dan balapan ini bisa sangat kacau, jadi kita tidak pernah tahu,” kata Heinrich. “Bagi saya, tujuannya sangat jelas. Saya harus memenangkan balapan. Saya ingin memenangi Petit Le Mans secara keseluruhan. Itu salah satu tujuan karier saya.”
Ia menambahkan, “Untuk memenangkan kejuaraan, harus ada faktor lain yang bermain, dan itu bukan sesuatu yang bisa saya kendalikan. Saya lebih baik menggunakan energi untuk memikirkan hal-hal yang bisa saya pengaruhi.”
Kualifikasi pada Jumat menjadi momen penting. Hasil sesi itu dapat memperpanjang atau langsung mengakhiri peluang matematis Heinrich sebelum balapan dimulai. Ia mengingatkan bahwa poin kualifikasi kerap diremehkan, meski dapat menentukan hasil akhir musim.
Dalam satu musim terdapat sembilan sesi kualifikasi. Menurut Heinrich, akumulasi poinnya setara dengan sekitar 10 persen poin balapan. Ia juga memiliki pengalaman langsung mengenai pentingnya poin tersebut. Pole position yang diraihnya pada 2024 menjadi margin yang dibutuhkan untuk merebut gelar GTD Pro pada musim itu.
Perubahan fokus setelah kemenangan Laguna Seca
Peluang Heinrich dalam perebutan gelar GTP mulai menguat setelah ia memenangkan balapan di WeatherTech Raceway Laguna Seca bersama JDC-Miller MotorSports nomor 5. Seusai balapan tersebut, ia baru menyadari bahwa dirinya memimpin klasemen pembalap, meski pada musim yang sama ia juga berganti mobil.
Situasi itu kemudian memunculkan keputusan penting terkait bentrokan jadwal dengan Watkins Glen. Heinrich awalnya telah mempersiapkan diri untuk menjalani agenda ketahanan Eropa di Spa-Francorchamps, termasuk mengikuti tes resmi dan Prologue bersama tim Schumacher CLRT. Setelah keputusan diambil untuk memprioritaskan IMSA, ia mengubah fokusnya sepenuhnya.
Pada ronde terakhir di Indianapolis, Heinrich juga turun bersama mobil Porsche Penske Motorsport nomor 6 dan meraih podium. Meski demikian, ia mengatakan tidak akan memaksakan diri mengambil alih tugas kualifikasi dari rekan setimnya. Porsche masih mengejar gelar konstruktor, tetapi tertinggal 136 poin dari Cadillac.
“Kami semua berada dalam satu tim, dan saya tidak ingin menjadi orang yang menempatkan ego di atas segalanya,” ujar Heinrich. Ia menyatakan akan mengikuti pendekatan tim karena yakin Porsche Penske Motorsport mampu memberikan peluang terbaik untuk meraih gelar konstruktor, gelar pembalap, sekaligus kemenangan balapan.
Petit Le Mans menjadi kemenangan yang belum diraih Porsche dalam program tersebut. Heinrich mengatakan ia bisa merasakan ambisi itu di seluruh tim. “Mereka ingin memenangkan Petit Le Mans. Itulah yang masih kurang,” katanya.





