Sayuran Hidroponik Hijau Segar, Lahan Sempit Tak Jadi Soal

by -73 Views

Keterbatasan lahan tidak menghalangi kegiatan budidaya sayuran di kawasan padat penduduk. Di Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Tani Hijaponik memanfaatkan sistem hidroponik untuk menanam berbagai jenis sayuran tanpa bergantung pada lahan pertanian yang luas.

Aktivitas panen di lokasi tersebut berlangsung pada Rabu (30/9/2026). Tanaman yang dibudidayakan meliputi selada, kangkung, pakcoy, bayam merah, dan bayam hijau. Hasilnya tidak hanya digunakan untuk konsumsi sendiri, tetapi juga dipasarkan.

Menanam dengan air dan nutrisi

Berbeda dari pertanian konvensional yang menggunakan tanah, hidroponik mengandalkan air dan nutrisi sebagai penunjang pertumbuhan tanaman. Metode ini memungkinkan masyarakat memanfaatkan ruang terbatas di sekitar rumah untuk menghasilkan sayuran.

Selain menghemat penggunaan lahan, hidroponik memungkinkan tanaman tumbuh relatif cepat dengan hasil yang segar. Karena itu, metode tersebut menjadi salah satu pilihan pertanian di kawasan perkotaan yang menghadapi keterbatasan ruang.

Dalam proses perawatan, pekerja Tani Hijaponik mengatur tingkat keasaman atau pH air serta konsentrasi nutrisi dengan ukuran PPM (parts per million). Pengaturan itu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman. Setiap jenis sayuran memiliki kebutuhan pH dan konsentrasi nutrisi yang berbeda agar dapat tumbuh secara optimal.

Menggunakan sistem DFT dan perangkap hama

Tani Hijaponik menerapkan sistem Deep Flow Technique (DFT). Pada sistem ini, air dan nutrisi dialirkan melalui area akar tanaman menggunakan bantuan pompa listrik. Sirkulasi tersebut menjadi bagian dari proses pemeliharaan tanaman dalam instalasi hidroponik.

Untuk mengendalikan hama, pekerja memanfaatkan perangkap lalat buah yang dibuat dari botol bekas. Perangkap tersebut diisi cairan petrogenol. Penggunaan botol bekas sekaligus menjadi bagian dari pemanfaatan barang yang tersedia dalam proses pengendalian hama di area budidaya.

Sayuran yang dipanen kemudian dijual dengan harga berbeda berdasarkan jenisnya. Selada dan pakcoy dipasarkan sekitar Rp25.000 per kilogram. Harga kangkung berada di kisaran Rp15.000 per kilogram, sedangkan bayam merah dan bayam hijau sekitar Rp20.000 per kilogram.

Budidaya hidroponik Tani Hijaponik memperlihatkan pemanfaatan ruang terbatas untuk kegiatan pertanian sekaligus penyediaan pangan. Dengan pengaturan air, nutrisi, pH, dan pengendalian hama, lahan sempit di lingkungan perkotaan tetap dapat digunakan untuk menghasilkan sayuran yang dikonsumsi dan dipasarkan.

Source link