Kisah Bang Udin: Kena PHK hingga Sukses Jual Bakso Viral

by -72 Views

Pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pertengahan 2024 mengubah arah hidup Udin. Setelah enam bulan mempertimbangkan pilihan antara kembali bekerja di kantor atau membangun usaha sendiri, ia akhirnya memilih berjualan bakso keliling agar tetap bisa merawat ayahnya yang sakit di kampung.

Keputusan itu diambil setelah Udin menolak peluang mengelola restoran milik koleganya di Cikarang, Jawa Barat. Pekerjaan tersebut dinilai kurang fleksibel karena ia perlu pulang sewaktu-waktu untuk mendampingi sang ayah yang sudah tidak bisa berjalan. Berbekal pengalaman di industri makanan dan minuman sejak lulus sekolah pada 2005, Udin kemudian memulai usaha Bakso Bang Udin pada awal 2025.

Dari Gerobak Motor ke Kawasan Perkantoran

Udin menggunakan gerobak motor untuk menyusuri sejumlah kawasan perkantoran di Jakarta, antara lain Kuningan hingga Tebet, Jakarta Selatan. Ia sengaja menyasar pekerja kantoran sebagai pasar utama. Namun, perjalanan awalnya tidak mudah. Ia beberapa kali diminta pindah oleh petugas keamanan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), maupun pedagang lain.

“Usaha itu di awal tahun 2025, terus waktu itu masih pakai gerobak motor, keliling daerah Kuningan dan sebagainya. Maksudnya saya memang marketnya mau cari yang perkantoran memang. Di situ banyak tantangan tuh, diusir security, terus kayak Satpol PP, beberapa pedagang-pedagang lain, dari situ udah tuh pindah-pindah terus,” kata Udin saat ditemui di sekitar Jalan Jaya Mandala.

Kesempatan kemudian datang ketika ia memperoleh lokasi berjualan di kawasan Menara Bidakara, Jakarta Selatan. Di tempat itu, Udin berjualan berdampingan dengan pedagang kopi. Sebagian besar pelanggannya merupakan pekerja dari area perkantoran sekitar.

Nama Bakso Bang Udin mulai dikenal lebih luas setelah seorang pelanggan mengunggah video dagangannya ke TikTok. Video tersebut masuk ke beranda pengguna dan membuat usahanya mendapat perhatian dari masyarakat Jakarta hingga Depok. Popularitas itu berlanjut dengan tawaran tampil di sejumlah program televisi, termasuk setelah ia dihubungi pelanggan dan pihak produksi. Udin juga memperoleh tawaran mengikuti festival kuliner serta berkenalan dengan figur publik seperti Shanty Cagur.

Kemunculan di televisi terasa seperti dejavu bagi Udin karena sebelumnya ia pernah bekerja di sebuah grup media ternama di Indonesia.

Produksi Meningkat, Transaksi Beralih Digital

Bakso yang dijual Udin dibuat dengan resep dasar dari mertuanya yang juga merupakan penjual bakso. Setelah melalui berbagai eksperimen, kini ia menawarkan tujuh varian, yakni bakso urat, telur, daging, daging mercon, keju, sayur, dan bakso beranak. Harganya sekitar Rp20.000, sedangkan varian tertentu, seperti campuran keju dan urat, dijual Rp35.000.

Dari produksi awal sekitar 3 kilogram per hari, kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 20 kilogram. Udin kini mampu mencetak sekitar 200-220 mangkuk dalam sehari dengan omzet Rp4,5 juta hingga Rp5 juta. Angka tersebut merupakan omzet, bukan keuntungan.

Karena menjalankan usaha hampir seorang diri, banyaknya transaksi juga menjadi tantangan, terutama ketika harus menyiapkan uang kembalian. Untuk mempermudah pembayaran, Udin memanfaatkan QRIS dari Saku Bisnis Bank Raya. QRIS Bisnis tersebut terintegrasi dengan Saku Bisnis dan memungkinkan pencairan dana pada hari yang sama melalui empat batch pencairan dalam sehari.

Udin juga menggunakan pemisahan saku untuk mengalokasikan dana bahan baku dan operasional. Fitur notifikasi suara dan email membantunya memantau pembayaran, sementara transfer hingga empat kali sehari membuat kebutuhan usaha dapat dipenuhi tanpa menyimpan saldo mengendap. Dalam satu akun, Saku Bisnis menyediakan pembuatan hingga tiga QRIS Bisnis dan lima Saku Bisnis.

Meski telah mendapat tawaran membuka usaha di Bogor, BSD, hingga Makassar, Udin belum ingin terburu-buru membuka cabang atau franchise. Ia memilih menjaga rasa, pelayanan, kebersihan, dan konsistensi. Kepada calon pelaku UMKM, ia berpesan agar menentukan pasar serta lokasi, menghitung biaya secara cermat, kemudian menjalankan usaha dengan sabar dan konsisten. “Buat Bank Raya yang pasti semoga selalu mengayomi pedagang UMKM, bantu pedagang UMKM, support lah,” ujar Udin.

Source link